Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Image Widget

Image Widget

Konsep dan Sejarah Game Theory

Kamis, 31 Desember 2015


Konsep Game Theory

Ketika kita berbicara tentang game theory maka secara sederhana dapat di artikan bagaimana starategi taktik , siyasat atau taktik untuk mengalahkan lawan tujuanya adalah satu yaitu kemenangan, tidak ada pemain yang ingin kalah, tujuannya adalah supaya negara yang menang di hargai di mata dunia.

Namun yang jelas yang menjadi pertanyaan kemudian adalah siapa sebagai aktor pemainnya? Adalah negara dalam politik internasional, dan punya aturan main (The Role Of Game) ketika kita membuat senjata maka resikonya adalah kita akan di serang dan akan di habisi oleh bangsa lain, seekedar mencontohkan negara Iran ketika membuat nuklir maka siap diperangi sama halnya dengan Irak.

Sejarah Game Theory

Adapun yang menjadi pertanyaan yang disampaikan tadi, seperti apa sejarah atau yang melatar belakangi lahirnya Game theory adalah muncul akibat pengaruh Behavioral  yang mengebu ngebu yaitu dalam rangka semangat Behavioralime. Dalam permainan tidak bisa kita pungkiri dan tidak bisa di nafikan di dalam Game ada konflik , yang namanya lembaga indevenden selalu mendapat keuntungan sesaat dan yang jelas masing  masing  mereka ingin mengalahkan lawan politiknya, dan keputusan yang akan di buat dan diambil game theory.

Di dalam sejarahnya Game Theory akhirnya juga mendapat kritikan dari golongan Posmodernisme adalah karena tidak memamakai nilai  etika dan norma dan berfikir terburu bur sehinga tidak rasional, mendahulukan kapitalisme Universalisme dan pragmatis hnya mencari keuntungan berbeda dengan pemikiran Plato yang lebih taradisional penuh dnegan kebajikan yang mulia yang di utamakan.
https://rizkiekasatria.wordpress.com/2011/02/25/game-developer/

Unsur-unsur Pada Game Theory

        Ada beberapa unsur atau konsep dasar yang sangat penting dalam penyelesaian setiap kasus dengan teori permainan. Berikut penjelassan selengkapnya :
  1. Jumlah Pemain
Permainan diklasifikasikan menurut jumlah kepentingan atau tujuan yang ada dalam permainan tersebut. Dalam hal ini perlu dipahami, bahwa pengertian “jumlah pemain” tidak selalu sama artinya dengan “jumlah Orang” yang terlibat dalam permainan. jumlah pemain disini berarti jumlah kelompok pemain berdasarkan masing-masing kepentingan atau tujuannya. Dengan demikian dua orang atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama dapat diperhitungkan sebagai satu kelompok pemain.
  1. Ganjaran / Pay-off
Ganjaran / pay-off adalah hasil akhir yang terjadi pada akhir permainan berkenaan dengan ganjaran ini, permainan digolongkan menjadi 2 macam kategori, yaitu permainan jumlah-nol (zero-sum games) dan permainan jumlah-bukan-nol (non-zero-sum games). permainan jumlah-nol terjadi jika jumlah ganjaran dari seluruh pemain adalah nol, yaitu dengan memperhitungkan setiap keuntungan sebagai bilangan positif dan setiap kerugian sebagai bilangan negatif. Selain dari itu adalah permainan jumlah – bukan-nol. Dalam permainan jumlah-nol setiap kemenangan bagi suatu pihak pemain merupakan kekalahan bagi pihak pemain lain. letak arti penting dari perbedaan kedua kategori permainan berdasarkan ganjaran ini adalah bahwa permainan jumlah-nol adalah suatu sistem yang tertutup. Sedangkan permainan jumlah-bukan-nol tidak demikian halnya. Hampir semua permainan pada dasarnya merupakan permainan jumlah-nol. Berbagai situasi dapat dianalisis sebagai permainan jumlah-nol.
  1. Strategi Permainan
Strategi permainan dalam teori permainan adalah suatu siasat atau rencana tertentu dari seorang pemain, sebagai reaksi atas aksi yang mungkin dilakukan oleh pemain yang menjadi saingannya. permainan diklasifikasikan menurut jumlah strategi yang tersedia bagi masing-masing pemain. Jika pemain pertama memiliki m kemungkinan strategi dan pemain kedua memiliki n kemungkinan strategi, maka permainan tersebut dinamakan permainan m x n. letak arti penting dari perbedaan jenis permainan berdasarkan jumlah strategi ini adalah bahwa permainan dibedakan menjadi permainan berhingga dan permainan tak berhingga. Permainan berhingga terjadi apabila jumlah terbesar dari strategi yang dimiliki oleh setiap pemain berhingga atau tertentu, sedangkan permainan tak berhingga terjadi jika setidak-tidaknya seorang pemain memiliki jumlah strategi yang tak berhingga atau tidak tertentu.
  1. Matriks Permainan
Setiap permainan yang dianalisis dengan teori permainan selalu dapat disajikan dalam bentuk sebuah matriks permainan. matriks permainan disebut juga matriks ganjaran yaitu sebuah matriks yang semua unsur berupa ganjaran dari para pemain yang terlibat dalam permainan tersebut. Baris-barisnya melambangkan strategi –strategi yang dimiliki pemain pertama, sedangkan kolom-kolomnya melambangkan strategi-strategi yang dimiliki pemain lain. dengan demikian, permainan berstrategi mxn dilambangkan dengan matriks permainan m x n . Teori permainan berasumsi bahwa strategi yang tersedia bagi masing-masing pemain dapat dihitung dan ganjaran yang berkaitan dengannya dapat dinyatakan dalam unit, meskipun tidak selalu harus dalam unit moneter. Hal ini penting bagi penyelesaian permainan, yaitu untuk menentukan pilihan strategi yang akan dijalankan oleh masing-masing pemain, dengan menganggap bahwa masing masing pemain berusaha memaksimumkan keuntungannya yang minimum (maksimin) atau meminimumkan kerugiannya yang maksimum (minimaks). Nilai dari suatu permainan adalah ganjaran rata-rata / ganjaran yang diharapkan dari sepanjang rangkaian permainan, dengan menganggap kedua pemain selalu berusaha memainkan strateginya yang optimum.
  1. Titik Pelana (Saddle Poin)
Titik pelana adalah suatu unsur didalam matriks permainan yang sekaligus sebagai maksimin baris dan minimaks kolom. permainan dikatakan bersaing ketat (Strictly determined) jika matriksnya memiliki titik pelana. Strategi yang optimum bagi masing-masing pemain adalah strategi pada baris dan kolom yang mengandung titik pelana tersebut. dalam hal ini baris yang mengandung titik pelana merupakan strategi optimum bagi pemain pertama, sedangkan kolom yang mengandung titik pelana merupakan strategi optimum bagi pemain lain. Langkah pertama penyelesaian sebuah matriks permainan adalah memeriksa ada atau tidaknya titik pelana. Bila terdapat titik pelana permainan dapat segera dianalisis untuk diselesaikan.

Game Theory Menurut Para Ahli


Menurut Dimiyati (1992), teori permainan (game theory) adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada saat ada dua pihak atau lebih berada dalam kondisi persaingan atau konflik. Pihak-pihak yang bersaing ini diasumsikan bersifat rasional dan cerdas, artinya masing-masing pihak akan melakukan strategi tindakan yang rasional untuk memenangkan persaingan itu, dan masing-masing pihak juga mengetahui strategi pihak lawannya. Selanjutnya pihak ini disebut pemain.

Menurut Ayu (1996), game theory merupakan suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Game theory melibatkan dua atau lebih pengambil keputusan atau yang disebut pemain. Setiap pemain dalam game theory mempunyai keinginan untuk menang.

Tujuan teori ini adalah menganalisa proses pengambilan keputusan dari persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih pemain/kepentingan. Kegunaan dari teori permainan adalah metodologi yang disediakan untuk menstruktur dan menganalisa masalah pemilihan strategi. Menggunakan teori permainan, maka langkah pertama adalah menentukan secara explicit pemain, strategi yang ada, dan juga menentukan preferensi serta reaksi dari setiap pemain.

Terdapat dua jenis strategi permainan yang dapat digunakan pada game theory, yaitu pure strategy (setiap pemain mempergunakan strategi tunggal) dan mixed strategy (setiap pemain menggunakan campuran dari berbagai strategi yang berbeda-beda). Pure strategy digunakan untuk jenis permainan yang hasil optimalnya mempunyai saddle point (semacam titik keseimbangan antara nilai permainan kedua pemain). Sedangkan mixed strategy digunakan untuk mencari solusi optimal dari kasus game theory yang tidak mempunyai saddle point.
https://rizkiekasatria.wordpress.com/2011/02/25/game-developer/

Komponen Rendering

Jumat, 13 November 2015


          Kali ini saya akan membahas mengenai Rendering. Rendering merupakan sebuah sub topik utama dalam komputer grafis 3D. Rendering biasa digunakan pada game programming, bisa juga digunakan untuk arsitektur, simulator, dan movie atau special effect yang ada pada televisi. Dalam penggunaan rendering yang berbeda, masing-masing menggunakan keseimbangan yang berbeda fitur dan teknik. Sebagian diintegrasikan kedalam paket permodelan dan animasi yang lebih besar. Rendering sudah banyak digunakan oleh orang yang bekerja dalam bidang design untuk pembuatan gambar maupun video.

          Terdapat 5 komponen utama dalam melakukan proses untuk menghasilkan rendering dua dimensi dari objek-objek 3D. komponen tersebut sebagai berikut :

  1. Geometri
    Geometri identik dengan grafik dua dimensi. Definisinya adalah besaran rotasi suatu garis dari satu titik pangkal ke posisi yang lain. Geometri merupakan gambaran untuk dasar pembuatan bidang.
  2. Kamera
    Dalam grafis 3D, sudut pandang yang dilihat berasal dari kamera. Kamera disini hanya sebagai penentu untuk sudut pandang pada sebuah world, sehingga sering disebut sebagai virtual camera. Kamera sendiri memiliki faktor dari segi lokasi dan arah pandang kamera. Pada kamera ada istilah Field Of View, yang merupakan grafika 3D berbentuk piramida pada layar monitor yang berbentuk persegi. Objek yang terdapat pada field tersebut, jika dilihat pada monitor hanya akan terlihat objek yang berada didalam field, sedangkan objek diluar field tidak terlihat pada monitor. Field of view ini sangat penting dalam proses rendering.
  3. Cahaya
    Komponen yang tak kalah penting adalah cahaya. Sumber cahaya pada grafik 3D sangat berpengaruh dalam proses rendering. Sumber cahaya yang membuat sebuah grafik menjadi terlihat nyata dengan adanya bayangan dari objek 3D itu sendiri. Sumber cahaya pada 3D pun terdapat beberapa macam seperti point light, spotlight, ambient light, area light, directional light, dan paralel point. Hal yang diperhatikan saat melakukan pengambilan gambar dengan adanya sumber cahaya, memerlukan lokasi, intensitas cahaya, dan warna yang menarik atau pas dengan sumber, agar menghasilkan grafik yang sempurna.
  4. Karakteristik Permukaan
    Karakteristik permukaan pada sebuah objek merupakan sifat dari permukaan sebuah objek. Karateristik tersebut berupa, warna, tekstur, sifat permukaan, refleksitas, transparansi, dll. Saat rendering, warna dalam sebuah objek tergantung pada warna dari karakteristik permukaan dan warna cahaya.
  5. Algoritma Rendering
    Merupakan prosedur pada suatu program untuk melakukan perhitungan dalam menghasilkan citra 2D dari data 3D. Kebanyak algoritma rendering menggunakan pendekatan scan line yang melihat program dari setiap pixel, satu per satu, secara horizontal, dan menghitung warna pixel tersebut.

          Semoga yang saya tulis dapat membantu teman-teman sekalian. Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. God Bless J
http://bukanbasoo.blogspot.co.id/2010/10/grafik-3d-dan-2d.htmlhttp://rickyeagle4.blogspot.co.id/2011/10/rendering.html

Editable Poly


          Edit Poly merupakan teknis pembuatan objek 3D pada modelling. Aplikasi tersebut membuat grafik menjadi terlihat lebih nyata seperti melakukan proses memahat pada tanah liat. Aplikasi berikut merupaka pembuatan 3D Max, berbeda dengan 3D biasa, ini merupakan 3D yang lebih komplit.
          Komponen apa saja yang ada pada 3D Max tersebut?. Saya akan menjabarkan satu per satu sebagai berikut :
  1. Vertex
    Vertex merupakan titik yang terdapat pada ujung sisi atau juga bisa disebut sebagai simpul. Dengan membuat objek sesuai yang diinginkan maka ujung sisi tersebut akan membentuk sebuah bentuk yang diinginkan.
  2. Edge
    Edge merupakan sisi yang dimiliki oleh sebuah objek, tujuan untuk menseleksi sisi-sisi objek.
  3. Border
    Border merupakan bingkai untuk membuat perbedaan pada objek yang dibuat. Border biasanya tidak dipakai disemua sisi objek.
  4. Polygon
    Polygon merupakan sisi dalam pada sebuah objek, sehingga objek tersebut terlihat lebih nyata, sisi tersebut dapat dilihat pada sisi border yang dibuat sebelumnya.
  5. Element
    Element adalah bagian pad suatu objek yang vertexnya terhubung, sehingga element tersebut pasti sama. Element ini untuk membentuk grafis yang baru, grafis yang dibuat sesuai imajinasi dan kreativitas. Element merupakan komponen terakhir pada pembuatan Editable Poly.

Aplikasi Gambar Berbasis Desktop


          Berbagai aplikasi yang ada dalam dunia digital, kali ini akan membahas mengenai aplikasi gambar 3D. mungkin sebagian orang kurang tahu mengenai aplikasi yang digunakan untuk memperindah sebuah film. Film akan terlihat lebih menarik jika dibubuhi dengan animasi-animasi yang jarang dilihat orang orang awam. Beberapa dari aplikasi gambar tersebut akan dibahas dalam tulisan ini.

          Salah satu aplikasi gambar yang cukup terkenal dikalangan design yaitu aplikasi untuk tampilan 3D bernama Blender. Memang terdengar aneh untuk sebuah nama aplikasi, tapi tanpa diduga aplikasi tersebut merupakan aplikasi terbaik yang berbasis linux dan mampu membuat efek 3D yang cukup menarik khususnya dalam bidang animasi. Film yang berhasil menggunakan aplikasi tersebut yaitu film Avatar, film yang menjadi booming pada masa itu dan film animasi lainnya.

          Ada juga aplikasi yang digunakan dalam dunia design 3D yaitu K-3D. aplikasi tersebut merupakan aplikasi gambar dengan visualisasi yang powerfull dan banyak digunakan sebagai aplikasi modeling. Aplikasi 3D banyak digunakan untuk animasi. Ada juga aplikasi yang bersifat free dan open source seperti Art Of Illusion yang sama canggihnya dengan aplikasi 3D lainnya.
          Dunia 3D sangat memancing minat untuk mengetahuinya, tapi dalam menjalankannya pasti dibutuhkan keahlian yang cukup tinggi terutama dalam hal imajinasi dalam memainkan gambar. Tidak mudah untuk melakukan hal tersebut, tidak banyak kegagalan yang pasti dialami oleh design design ternama. Aplikasi lainnya yang biasa digunakan untuk design animasi 3D, Wings, Cristal Space, OGRE, Aqsis Renderer, Mashlab, Open FX, Calestia, dan masih banyak lagi.http://if-unsika-09-050.blogspot.co.id/2012/03/macam-macam-software-pengolah.html

Dampak Teknologi Pada Digital Cinema

Kamis, 12 November 2015


          Semua hal pasti ada dampak tersendiri, baik itu bagi setiap individu atau dapat berdampak juga bagi orang yang lebih banyak. Seperti halnya teknologi, jika berbicara tentang teknologi, semua orang pasti mengetahuinya tapi apakah mereka juga tau dampak yang akan terjadi?. Seperti yang kita tau saat ini, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan selalu mampu menarik perhatian setiap orang. Salah satu teknologi tersebut seperti digita cinema, dimana yang kita tau digital cinema digunakan dalam perfilman. Sudah semakin banyak aplikasi untuk membuat digital cinema, baik untuk di publikasikan atau untuk keperluan pribadi.

          Dampak yang terjadi mungkin tidak semua orang dapat merasakan, apalagi jika orang tersebut sudah terbiasa atau sudah terlalu asik dengan apa yang dia kerjakan. Mungkin dampak yang dapat dirasakan mungkin dalam hal ekonomi, karena berkembangnya sebuah teknologi tidak akan lepas dari biaya teknlogi itu sendiri. Dampak lain yang dirasakan, saat menggunakan teknologi tersebut orang awam akan merasa nyaman karena setiap teknologi yang baru memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan yang lama, sehingga menyebabkan orang awam itu menjadi terpaku pada teknologi tersebut, dan tidak terlalu perduli lagi dengan keadaan lingkungan sekitar. Ketakutan yang dapat dirasa jika digital cinema semakin berkembang, mungkin usaha yang dilakukan oleh para tokoh perfilman di balik layar akan menjadi sia-sia, karena sudah banyak aplikasi yang digunakan untuk mendapatkan film bajakan yang diinginkan, tanpa perlu pergi ke bioskop.

          Tidak ada salahnya jika mengikuti perkembangan yang ada, tetapi kita harus selalu ingat bahwa sesuatu hal pasti ada batasnya. Teknologi akan terus berkembang, tapi jika digunakan dengan sesuai, maka dampak yang dirasakan akan berkurang. Perkembangan teknologi memang membuat orang menjadi lebih modern dan pintar, tetapi apakah kita akan mampu mengatasi masalah yang akan terjadi jika hal yang tidak kita inginkan terjadi pada kita?. Semoga pendapat yang saya ungkapkan dalam tulisan ini dapat sedikit menyadarkan atau membantu untuk menambah pengetahuan baru.